BONTANGbiz

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Indonesian (Indonesia)
Home Berita Pemerintahan Fenomena Mati Lampu di Kota Gas dan Batu Bara

Fenomena Mati Lampu di Kota Gas dan Batu Bara

E-mail Cetak PDF

Suara Masyarakat: Muhammad Aswar (Pemerhati Kota Bontang)

Fenomena mati lampu di kota gas, sungguh sangat ironi dinegeri ini. Kota bontang yang berpenduduk kurang lebih 140 ribu jiwa dengan luas, tidak lebih luas dari Santan Ulu (salah satu desa di Kabupaten Kutai kartanegara) masih harus selalu bersabar menunggu pemadaman listrik dari PLN yang hampir setiap hari terjadi, cape'dech... .Sampai kapan begini..?

Sungguh diluar dugaan ditengah kota ada perusahaan gas, dibibir kota ada perusahaan batu bara, tapi nyatanya sumber energi tersebut pada kenyataannya dijual keluar negeri, lalu kita dapat apanya.. ya dapat gelapnya, dapat limbahnya dan dapat kubangan bekas penggalian batu bara.. iihhh gemes rasanya, mau jadi apa negeri ini..?

Patut kita hargai upaya PLN dan pemkot Bontang selama ini sehingga terbagun PLTMG 7x2 MW namun masalahnya belum sempat dinikmati eh sudah meresahkan..belum lagi daftar tunggu penyambungan baru dan penambahan daya yang mencapai ribuan pelangang yang sampai hari ini masih sebagian kecil yang terlayani..

Informasinya pegawai PLN saat ini ladi sibuk-sibuknya melayani konplain dari masyarakat dan perbaikan mesin yang salah satu perangkapnya lagi kooleps sehingga harus menunggu suku cadang dari firlandia (produsen mesin PLTMG) bontang.. Harapannya semoga cept kelar dan masyarakat bisa tenang.

Saya juga tidak habis fikir sejak dulu persoalan listrik tidak pernah selesai padahal beberapa solusi sempat mencuat, melai dari rencana BANPU membangun 20x2 MG yang kemudian dijual kemasyarakat melalui PLN eh, tidak disambut baik oleh pemkot Bontang.

Padahal sebelumnya Walikota Bontang saat itu pernah berkunjung keThailand untuk melihat langsung proses produksi energi dengan menggunakan batu bara, tapi sekarang setelah BANPU melalui PT Indominco membangun pembangkit disekitar santan dengan kapasitas 2x7 baru pemkot dan PLN agak berminat menjalin kerjasama.

Udah telat bozz, pembangkit BANPU yang akan beroperasi dalam waktu dekat ini informasinya hanya diperuntuhkan untuk produksi PT Indominco dan beberapa anak perusahaan dan kontraktornya.

Jangan pernah bermimpi Kota Bontang akan maju pesat jika Kapasitas Energinya tidak mamadai, jika kota Bontang ingin maju sesui visinya pada periode sebelumnya menjadi kota jasa dan industry maka listrik harus mendapatkan perhatian lebih, dan jika perlu PLN diserahkan kepada pemerintah daerah sehingga birokrasinya tidak terlalu panjang hingga sampai kepemerintah pusat, dengan demikian pemerintah setempat dipastikan akan lebih cepat mengambil keputusan dan penyelesaian apalagi masyarakat akan selalu memantau.


Tentu para calon walikota yang akan berlaga ditahun 2011 punya solusi listrik dikota bontang, silahkan mencari bagaimana caranya, siapa tahu itu bisa dijual dalam kampanye nanti.. selamat berjuang kawan..

 

Login Form